Kamis, 23 Februari 2012

Makalah SBM

BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
            Pada zaman modern sekarang ini, masalah pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting. Abad mendatang merupakan suatu tantangan bagi generasi yang akan datang. Terutama bagi bangsa Indonesia dalam mencapai tujuan nasional dan sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing dengan bangsa lain. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa dan martabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, Bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan percaya kepada Tuhan yang Maha Esa. Di dalam usaha untuk mencapai tujuan tersebut, dibutuhkan seorang pendidik yang berkualitas sehingga dalam pola pembelajaran yang diajarkan dalam proses belajar mengajar dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam proses belajar mengajar, dibutuhkan seorang pendidik yang mampu berkualitas serta diharapkan dapat mengarahkan anak didik menjadi generasi yang kita harapkan sesuai dengan tujuan dan cita-cita bangsa. Untuk itu, guru tidak hanya cukup menyampaikan materi pelajaran semata, akan tetapi guru juga harus pandai menciptakan suasana belajar yang baik, serta juga mempertimbangkan pemakaian metode dan strategi dalam mengajar yang sesuai dengan materi pelajaran dan sesuai pula dengan keadaan anak didik. Keberadaan guru dan siswa merupakan dua faktor yang sangat penting di mana diantara keduanya saling berkaitan. Kegiatan belajar siswa sangat dipengaruhi oleh kegiatan mengajar guru, karena dalam proses pembelajaran guru tetap mempunyai suatu peran yang penting dalam memberikan suatu ilmu kepada anak didiknya. Salah satu masalah yang dihadapi guru dalam menyelenggarakan pelajaran adalah bagaimana menimbulkan aktifitas dan keaktifan dalam diri siswa untuk dapat belajar secara efektif. Sebab, keberhasilan dalam suatu pengajaran sangat dipengaruhi oleh adanya aktifitas belajar siswa. Salah satu cara untuk menimbulkan aktifitas belajar siswa adalah dengan merubah kegiatan-kegiatan belajar yang monoton, yang bisa dirubah dengan strategi-strategi belajar yang lebih baik sehingga tercapai pembelajaran yang efektif dan efisien.
B.      Rumusan Masalah
            Rumusan Masalah dari judul makalah ini adalah sebagai berikut:
  1. Pengertian Strategi Belajar Mengajar.
  2. Perbedaan Strategi Belajar dengan Pendekatan, Metode, Teknik, dan Taktik Mengajar
C.     Batasan masalah
            Sangatlah penting bagi penulis dalam membatasi masalah untuk membuat pembaca mudah memahaminya. Penulis hanya membahas apa definisi dari strategi belajar mengajar itu sendiri serta perbedaan dari strategi belajar, pendekatan, metode, teknik dan taktik mengajar.
D.    Metode Penulisan
Dalam penulisan makalah ini kami sebagai penulis menggunakan metode daftar pustaka, mencari dari berbagai media, baik dari media elektronik maupun media cetak.




BAB II
PEMBAHASAN
A.                Pengertian Strategi Belajar Mengajar
            Kegiatan belajar mengajar sebagai sistem intruksional merupakan interaksi antara siswa dengan komponen-komponen lainnya, dan guru sebagai pengelola kegiatan pembelajaran agar lebih aktif dan efektif secara optimal. Teknik penyajian pelajaran adalah suatu pengetahuan tentang cara mengajar yang dipergunakan oleh guru atau insturktur kepada siswa di dalam kelas agar pelajaran itu dapat ditangkap, dipahami dan digunakan siswa dengan baik. Di dalam kenyatan cara atau metode mengajar atau teknik penyajian yang digunakan guru untuk menyampaikan informasi atau pesan lisan kepada siswa, berbeda dengan cara yang ditempuh untuk memantapkan siswa dalam menguasai pengetahuan, keterampilan serta sikap. Maka, yang disebut dengan strategi belajar mengajar ialah cara untuk mencapai tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien.
Menurut Sanjaya, (2007 : 126). Dalam dunia pendidikan, strategi diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kemp (1995) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Dick & Carey (1985) juga menyebutkn bahwa strategi pembelajaran itu adalah suatu materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama – sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa.
Menurut Djamarah (2002 : 5 -6) ada empat strategi dasar dalam belajar mengajar yang melipti hal – hal sebagai berikut :
1.      Mengidentifikasi serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadian anak didik sebagaimana yang diharapkan.
2.      Memilih system pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat.
3.      Memilih dan menetapkan prosedur, metode dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh guru dalam menunaikan kegiatan mengajarnya.
4.      Manetapkan norma – norma dan batas minimal keberhasilan atau kriteria serta standar keberhasilan dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam melakukan evaluasi hasil keegiatan belajar mengajar yang selanjutnya akan dijadikan umpan balik buat penyempurnaan system instruksioanal yang bersangkutan secara kesuluruhan.
            Dengan mempelajari Strategi Belajar Mengajar berarti setiap guru mulai memasuki suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dengan anak didik. Interaksi yang bernilai, edukatif dikarenakan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan, diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaran secara sistematis dengan memanfaatkan segala sesuatu guna kepentingan pembelajaran. Sehingga bahan pelajaran yang disampaikan guru dapat dipahami dan diaplikasikan siswa dengan tuntas.

B.                 Perbedaan Strategi dengan Pendekatan, Metode, Teknik dan taktik Pembelajaran

            Strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya/ kekuatan dalam pembelajaran. Ini berarti penyusunan suatu strategi baru sampai pada proses penyusunan rencana kerja belum sampai pada tindakan. Strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Artinya, arah dari semua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian. Dengan demikian, penyusunan langkah – langkah pembelajaran, pemanfaatan berbagai fasilitas dan sumber belajar semuanya diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan. Oleh sebab itu, sebelum menentukan strategi, perlu dirumuskan tujuan yang jelas yang dapat diukur keberhasilannya, sebab tujuan adalah rohnya dalam implementasi suatu strategi.
            Berikut ini adalah cara – cara yang dapat dilakukan agar strategi pembelajaran bisa mencapai tujuan yang di inginkan.
A.  Pendekatan Mengajar
Sebenarnya pendekatan berbeda baik dengan strategi maupun metode. Pendekatan dapat diartikan sebagai cara pandang atau sudut pandang guru secara holistik atau secara keseluruhan dengan suatu cara untuk mendekati tujuan pembelajaran. Istilah pendekatan merujuk kepada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum. Oleh karena itu, strategi dan metode pembelajaran yang digunakan dapat bersumber atau tergantung dari pendekatan tertentu.
Ada beberapa pendekatan yang diajukan ini:
1)    Pendekatan Individual
Setiap anak memiliki perbedaan dalam mengemukakan pendapat, cara berpakaian, tingkat kecerdasan dan lain-lain. Perbedaan individual anak didik tersebut memberikan wawasan kepada guru bahwa strategi pengajaran harus memperhatikan perbedaan anak didik pada aspek individual ini. Dengan kata lain  guru harus melakukan pendekatan individual dalam strategi belajar mengajarnya agar dapat diharapkan anak didik dapat menguasai pembelajaran dengan optimal.
Pada kasus-kasus tertentu yang timbul dari kegiatan belajar mengajar, dapat diatasi dengan pendekatan individual. Misalnya, untuk menghentikan anak didik yang suka bicara. Caranya dengan memisahkan salah satu anak didik yang suka bicara pada tempat yang terpisah dengan jarak yang cukup jauh, dan ditempatkan pada anak didik yang pendiam.
2)    Pendekatan Kelompok
Pendekatan kelompok digunakan untuk membina dan mengembangkan sikap sosial anak didik, karna setiap manusia adalah mahluk homo socius, yakni mahluk yang berkecenderungan hidup bersama. Dengan pendekatan kelompok diharapkan dapat ditumbuh kembangkan rasa sosial yang tinggi pada setiap diri anak didik. Mereka dibina untuk mengendalikan rasa egois yang ada dalam diri mereka masing-masing, sehingga terbina sikap kesetiakawanan sosial di kelas. Mereka sadar bahwa hidup ini saling ketergantungan, seperti ekosistem dalam mata rantai kehidupan semua mahluk hidup di dunia. Tidak ada mahluk hidup yang terus menerus berdiri sendiri tanpa keterlibatan mahluk lain, langsung atau tidak langsung, disadari atau tidak, mahluk lain itu ikut ambil bagian dalam kehidupan mahluk tertentu.
Ketika guru menggunakan pendekatan kelompok, maka guru harus sudah mempertimbangkan bahwa hal itu tidak bertentangan dengan tujuan, fasilitas belajar pendukung, metode yang akan dipakai sudah dikuasai, dan bahan yang akan diberikan kepada anak didik memang cocok didekati dengan pendekatan kelompok, karena itu, pendekatan kelompok tidak bisa dilakukan dengan sembarangan, tetapi harus mempertimbangkan hal-hal lain yang ikut mempengaruhi penggunaannya.
Dalam pengelolaan kelas, terutama yang berhubungan dengan penempatan anak didik, pendekatan kelompok sangat diperlukan. Perbedaan individual anak didik pada asfek biologis, intelektual, dan psikologis dijadikan sebagai pijakan dalam melakukan pendekatan kelompok.
3)      Pendekatan Bervariasi
Guru pasti akan berhadapan dengan masalah anak didik yang bervariasi. Setiap masalah yang dihadapi anak didik tidak selalu sama, terkadang ada perbedaan.
Dalam belajar, anak didik mempunyai motivasi yang berbeda.
Permasalahan yang dihadapi oleh setiap anak didik biasanya bervariasi, maka pendekatan yang digunakan pun akan lebih tepat dengan pendekatan bervariasi pula. Misalnya, anak didik yang  tidak disiplin dan anak didik yang suka berbicara akan berbeda pemecahanya dan menghendaki pendekatan yang berbeda-beda pula. Demikian juga halnya terhadap anak didik yang membuat keributan. Guru tidak bisa menggunakan tehnik pemecahan yang sama untuk memecahkan permasalahan yang lain. Kalaupun ada, itu hanya pada masalah tertentu. Perbedaan dalam tehnik pemecahan kasus itulah dalam pemecahan ini didekati dengan pendekatan bervariasi.
4)    Pendekatan Edukatif
Setiap tindakan, sikap dan perbuatan yang guru lakukan harus bernilai pendidikan, dengan tujuan untuk mendidik anak didik agar menghargai norma hukum, norma sosial, norma susila, norma moral dan norma agama.
Cukup banyak sikap dan perbuatan yang harus guru lakukan untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada anak didik. Contohnya ketika bel berbunyi anak didik disuruh berbaris di depan kelas, lalu setelah barisan mereka rapi, satu-persatu anak didik masuk ke kelas sambil menyalami dan mencium tangan guru. Guru telah meletakkan tujuan untuk membina watak anak didik dengan pendidikan akhlak mulia.
            Pendekatan-pendekatan yang lain terbagi menjadi beberapa bagian diantaranya :
1)      Pendekatan Konstruktivisme, merupakan pendekatan dalam pembelajaran yang lebih menekankan pada tingkat kreatifitas siswa dalam menyalurkan ide-ide baru yang dapat diperlukan bagi pengembangan diri siswa yang didasarkan pada pengetahuan.
2)      Pendekatan Konseptual, merupakan suatu pendekatan pengajaran yang secara langsung menyajikan konsep tanpa memberi kesempatan kepada siswa untuk menghayati bagaimana konsep itu diperoleh.
3)      Pendekatan Kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL), merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat (US Departement of Education,2001).

B.       Metode Mengajar
            Metode adalah prosedur yang digunakan secara spesifik lebih khas dari strategi. Metode digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah ditetapkan. Dengan demikian, metode dalam rangkaian sistem pembelajaran memegang peran yang sangat penting. Keberhasilan implementasi strategi pembelajaran sangat tergantung pada cara guru menggunakan metode pembelajaran, karena suatu strategi pembelajaran hanya mungkin dapat diimplementasikan melalui penggunaan metode pembelajaran. Misalnya, untuk melaksanakan strategi bisa digunakan metode ceramah sekaligus tanya jawab atau bahkan diskusi dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia termasuk menggunakan media pembelajaran. Oleh karena itu, strategi berbeda dengan metode. Strategi menunjuk pada sebuah perencanaan untuk mencapai sesuatu, sedangkan metode adalah cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan strategi.
            Metode dan bahan ajar harus sesuai dengan lingkungan budaya dan sifat siswa, dan sedekat mungkian dengan pengalaman hidup yang nyata. Guru sebagai fasilitator harus memulai proses belajar dengan pengalaman hidup siswa sendiri dan mengatur teknik mengajar atau belajar yang sesuai untuk melanjutkan pelajaran.
            Berikut ini beberapa metode pembelajaran yang bisa digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran :
1)      Metode Ceramah.
Dapat diartikan sebagai cara menyajikan pelajaran secara lisan atau penjelasan langsung kepada sekelompok siswa. Metode ceramah merupakan metode yang paling umum atau paling banyak digunakan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran. Metode ceramah merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menyampaikan informasi atau materi pelajaran kepada siswa dalam kegiatan pembelajaran. Wina Sanjaya mendefinisikan “ metode ceramah dapat diartikan sebagai cara menyajikan pelajaran melalui penuturan lisan atau penjelasan langsung kepada sekelompok siswa.” (Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran, h. 147.)
2)      Metode Diskusi
 Metode pembelajaran yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran dengan memberikan siswa suatu permasalahan untuk diselesaikan bersama-sama. Sehingga akan terjadi interaksi antara dua atau lebih siswa untuk saling bertukar pendapat, informasi, maupun pengalaman masing-masing dalam memecahkan permasalahan yang diberikan oleh guru. Dengan demikian diharapkan tidak akan ada siswa yang pasif. Tujuan penggunaan metode diskusi dalam kegiatan pembelajaran seperti yang diungkapkan Killen (1998) adalah ” tujuan utama metode ini adalah untuk memecahakan suatau permasalahan, menjawab pertanyaan, menambah dan memahami pengatahuan siswa, serta untuk membuat suatu keputusan.” (Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran, h. 152.)
3)      Metode Tanya jawab
Metode Tanya jawab adalah cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa, tetapi dapat pula dari siswa kepada guru.”(Syaiful Bahri Djamarah & Azwan Zain, Strategi Belajar, hal. 94.) Jadi, metode tanya jawab adalah interaksi dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan komunikasi verbal, yaitu dengan memberikan siswa pertanyaan untuk dijawab, disamping itu juga memberikan kesempatan pada siswa untuk mengajukan pertanyaan kepada guru.
4)      Metode Eksperimen
Metode eksperimen yaitu “cara penyajian pelajaran, di mana siswa melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari.”(Syaiful Bahri Djamarah & Azwan Zain, Strategi Belajar, h. 84.) Dalam kegiatan pembelajaran yang menggunakan metode eksperimen, siswa diiberikan kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri, mengikuti proses, mengamati objek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan tentang suatu permasalahan terkait materi yang diberikan.
Menurut Djamarah (2010: 233) jenis – jenis metode pembelajaran itu antara lain :
1. Proyek
Metode proyek atau unit adalah cara penyajian pelajaran yang bertitik tolak dari suatu masalah, kemudian dibahas dari berbagai segi yang berhubungan sehingga pemecahannya secara keseluruhan dan bermakna.
2. Eksperimen
Metode eksperimen adalah metode pemberian kesempatan kepada anak didik perorangan atau kelompok, untuk dilatih melakukan suatuproses atau percobaan.
3. Resitasi
Metode resitasi (penguasaan) adalah suatu persoalan yang bergayut dengan masalah pelaporan anak didik setelah mereka selesai mengerjakan suatu tugas.
4. Diskusi
Diskusi adalah memberikan alternative jawaban untuk membantu memecahkan berbagai macam problem keehidupan.
5. Bermain peran
Metode bermain peran ialah suatu cara penguasaan bahan pelajaran melalui pengembangan dan penghayatan anak didik. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan oleh anak didik dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati.
6. Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah suatu metode yang digunakan untuk memperlihatkan sesuatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran.
7. Latihan/ drill
Metode latihan yang disebut juga metode training merupakan suatu cara mengajar yang baik untuk menanamkan kebiasaan – kebiasaan tertentu.
8. Ceramah
Metode ceramah merupakan cara mengajar yang banyak menuntut keaktifan guru dan digunakan untuk menyampaikan keterangan atau informasi tentang suatu pokok persoalan serta masalah secara lisan.

C.       Teknik Mengajar 
             Teknik adalah cara yang dilakukan seseorang dalam rangka mengimplementasikan suatu metode. Misalnya, cara yang bagaimana yang harus dilakukan agar metode ceramah yang dilakukan berjalan efektif dan efisien. Dengan demikian, sebelum seseorang melakukan proses ceramah sebaiknya memperhatikan kondisi dan situasi. Misalnya, berceramah pada siang hari dengan jumlah siswa yang banyak tentu saja akan berbeda jika ceramah itu dilakukan pada pagi hari dengan jumlah siswa yang terbatas.
       Berikut adalah teknik sebelum menyampaikan materi :
1)      Pelajarilah kembali materi yang akan disampaikan dan buatlah rangkuman atau point-point penting pada materi tersebut, karena mungkin anda banyak mengajar mata pelajaran lainnya maka terkadang sudah agak lupa dengan materi ini sehingga perlu dipelajari lagi agar lebih siap.
2)      Buatlah diktat atau rangkuman yang dapat di fotocopy atau disalin oleh siswa, sehingga kita tidak perlu merujuk banyak buku kepada siswa. Hal ini juga memudahkan siswa sehingga ia tidak perlu banyak membeli buku. Apabila mata pelajarannya eksak/hitungan, buatlah rangkuman rumus kepada siswa.
3)      Siapkan soal-soal latihan sebanyak-banyaknya dan dibagi menjadi kategori ringan, sedang, dan susah. Rangkum semua soal tersebut dalam satu buku atau file dan buat memo disetiap soal tersebut… memo ini dibuat agar anda tahu kapan anda pernah memberikannya kepada siswa dan pada kelas berapa, sehingga soal yang sudah diberikan tidak disampaikan lagi pada pertemuan berikutnya.
4)      Milikilah absen siswa anda, dan buatlah tabel nilai dan presentase kemajuan siswa. Hal ini berguna agar anda dapat mengetahui apakah materi anda telah diserap dengan baik oleh siswa dan siswa mana yang perlu anda bimbing lebih ekstra agar nilainya tidak jatuh.
D.       Taktik Mengajar
            Taktik adalah gaya seseorang dalam melaksanakan suatu teknik atau metode tertentu. Dengan demikian, taktik sifatnya lebih individual. Misalnya, walaupun dua orang sama – sama menggunakan metode ceramah dalam situasi dan kondisi yang sama, sudah pasti mereka akan melakukannya secara berbeda, misalnya dalam taktik menggunakan ilustrasi atau menggunakan gaya bahasa agar materi yang disampaikan mudah dipahami.
            Dari penjelasan diatas, maka dapat ditentukan bahwa suatu strategi pembelajaran yang diterapkan guru akan tergantung pada pendekatan yang digunakan, sedangkan bagaimana menjalankan strategi itu ditetapkan berbagai metode pembelajaran. Dalam upaya menjalankan metode pembelajaran guru dapat menentukan teknik yang dianggapnya relevan dengan metode, dan penggunaan teknik itu setiap guru memiliki taktik yang mungkin berbeda antara guru yang satu dengan yang lain.







BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Strategi mengajar pada dasarnya merupakan pendekatan umum dalam mengajar dan tidak begitu terinci dan bervariasi dibanding dengan kegiatan belajar siswa seperti yang dicatumkan dalam rencana instruksional atau persiapan suatu pelajaran. Strategi Belajar Mengajar adalah pola-pola umum kegiatan guru dan anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien. Dengan mempelajari Strategi Belajar Mengajar berarti setiap guru  mulai memasuki suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Nilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dengan anak didik. Interaksi yang bernilai edukatif dikarenakan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan, diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaran dilakukan. Guru dengan sadar merencanakan kegiatan pengajaran secara sistematis dengan memanfaatkan segala sesuatu guna kepentingan pembelajaran. Sehingga bahan pelajaran yang disampaikan guru dapat dipahami dan diaplikasikan siswa dengan tuntas.

B. Saran
Pendekatan, strategi, dan metode mengajar yang telah kami sajikan  dapat digunakan oleh para pengajar untuk memudahkan proses belajar mengajar dan juga membuat suasana yang tidak membosankan pada saat proses belajar mengajar didalam kelas, dan di tentukan juga teknik dan taktik mengajar yang sesuai agar tujuan pembelajaran tercapai.


DAFTAR PUSTAKA

Bahri Djamarah Syaiful, Aswan Zaini. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka cipta.
James Popham W, Eva L. Baker. 2008.  Teknik Mengajar Secara Sistematis. Jakarta : Rineka Cipta.
Muhibbinsyah. 2004. Pendekatan Individual, Psikologi Pendidikan dan Pendekatan Baru. Rosda
Nasution S. 1999. Kurikulum dan Pengajaran. Bandung : Bumi Aksara
Sanjaya Wina. 2008. Strategi Pembelajaran Beroprientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta : Kencana Prenada Media Grup.
Udin S. Winataputra. 2003. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Pusat Penerbitan UT.
Http://smacepiring.wordpress.com//











LAMPIRAN

Evaluasi:
1.         Jelaskan pengertian strategi belajar mengajar ?
2.         Jelaskan perbedaan antara strategi belajar dengan pendekatan, metode, teknik dan taktik mengajar ?
Jawab :
1.      Strategi belajar mengajar ialah cara untuk mencapai tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien. Menurut Prof. Dr. S. Nasution M.A (1989) mengemukakan strategi mengajar adalah pendekatan umum dalam mengajar dan tidak begitu terinci dan bervariasi dibanding dengan kegiatan belajar siswa seperti yang dicatumkan dalam rencana instruksional atau pesiapan suatu pelajaran. Kemp (1995) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Dick & Carey (1985) juga menyebutkan bahwa strategi pembelajaran itu adalah suatu materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama – sama untuk menimbulka hasil belajar pada siswa
2.      Pendekatan mengajar adalah cara pandang atau sudut pandang guru secara holistik (secara keseluruhan) dalam membelajarkan sesuatu.
Metode mengajar adalah prosedur yang digunakan secara spesifik lebih khas dari strategi, agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal.
Teknik mengajar adalah cara yang dilakukan seseorang dalam rangka mengimplementasikan suatu metode.
Taktik mengajar adalah gaya seseorang dalam melaksanakan suatu teknik atau metode tertentu yang sifatnya individual.

Senin, 13 Februari 2012

Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, Taktik, dan Model Pembelajaran

Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna, sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya. Istilah-istilah tersebut adalah: (1) pendekatan pembelajaran, (2) strategi pembelajaran, (3) metode pembelajaran; (4) teknik pembelajaran; (5) taktik pembelajaran; dan (6) model pembelajaran. Berikut ini akan dipaparkan istilah-istilah tersebut, dengan harapan dapat memberikan kejelasaan tentang penggunaan istilah tersebut.

Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).
Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam strategi pembelajaran. Newman dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha, yaitu :
  1. Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya.
  2. Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran.
  3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan dtempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran.
  4. Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha.
Jika kita terapkan dalam konteks pembelajaran, keempat unsur tersebut adalah:
  1. Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil perilaku dan pribadi peserta didik.
  2. Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif.
  3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur, metode dan teknik pembelajaran.
  4. Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan.
Sementara itu, Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran. Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif.
Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi merupakan “a plan of operation achieving something” sedangkan metode adalah “a way in achieving something” (Wina Senjaya (2008). Jadi, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8) debat, (9) simposium, dan sebagainya.
Selanjutnya metode pembelajaran dijabarkan ke dalam teknik dan gaya pembelajaran. Dengan demikian,teknik pembelajaran dapat diatikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama.
Sementara taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingi dengan humor karena memang dia memiliki sense of humor yang tinggi, sementara yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor, tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat menguasai bidang itu. Dalam gaya pembelajaran akan tampak keunikan atau kekhasan dari masing-masing guru, sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan tipe kepribadian dari guru yang bersangkutan. Dalam taktik ini, pembelajaran akan menjadi sebuah ilmu sekalkigus juga seni (kiat)
Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. Jadi, model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.
Berkenaan dengan model pembelajaran, Bruce Joyce dan Marsha Weil (Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990) mengetengahkan 4 (empat) kelompok model pembelajaran, yaitu: (1) model interaksi sosial; (2) model pengolahan informasi; (3) model personal-humanistik; dan (4) model modifikasi tingkah laku. Kendati demikian, seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan strategi pembelajaran.
Untuk lebih jelasnya, posisi hierarkis dari masing-masing istilah tersebut, kiranya dapat divisualisasikan sebagai berikut:

Di luar istilah-istilah tersebut, dalam proses pembelajaran dikenal juga istilah desain pembelajaran. Jika strategi pembelajaran lebih berkenaan dengan pola umum dan prosedur umum aktivitas pembelajaran, sedangkan desain pembelajaran lebih menunjuk kepada cara-cara merencanakan suatu sistem lingkungan belajar tertentu setelah ditetapkan strategi pembelajaran tertentu. Jika dianalogikan dengan pembuatan rumah, strategi membicarakan tentang berbagai kemungkinan tipe atau jenis rumah yang hendak dibangun (rumah joglo, rumah gadang, rumah modern, dan sebagainya), masing-masing akan menampilkan kesan dan pesan yang berbeda dan unik. Sedangkan desain adalah menetapkan cetak biru (blue print) rumah yang akan dibangun beserta bahan-bahan yang diperlukan dan urutan-urutan langkah konstruksinya, maupun kriteria penyelesaiannya, mulai dari tahap awal sampai dengan tahap akhir, setelah ditetapkan tipe rumah yang akan dibangun.
Berdasarkan uraian di atas, bahwa untuk dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, seorang guru dituntut dapat memahami dan memliki keterampilan yang memadai dalam mengembangkan berbagai model pembelajaran yang efektif, kreatif dan menyenangkan, sebagaimana diisyaratkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.
Mencermati upaya reformasi pembelajaran yang sedang dikembangkan di Indonesia, para guru atau calon guru saat ini banyak ditawari dengan aneka pilihan model pembelajaran, yang kadang-kadang untuk kepentingan penelitian (penelitian akademik maupun penelitian tindakan) sangat sulit menermukan sumber-sumber literarturnya. Namun, jika para guru (calon guru) telah dapat memahami konsep atau teori dasar pembelajaran yang merujuk pada proses (beserta konsep dan teori) pembelajaran sebagaimana dikemukakan di atas, maka pada dasarnya guru pun dapat secara kreatif mencobakan dan mengembangkan model pembelajaran tersendiri yang khas, sesuai dengan kondisi nyata di tempat kerja masing-masing, sehingga pada gilirannya akan muncul model-model pembelajaran versi guru yang bersangkutan, yang tentunya semakin memperkaya khazanah model pembelajaran yang telah ada.

Minggu, 29 Januari 2012

Egoitisme

Hubungan yang terjadi dan terjalin antara 2 insan berjalan tidak wajar dan membawanya dalam kondisi yang serba tidak menentu, khawatir dan lemah, sehingga ketika dalam shalatpun ia masih mengingat dan merasakan kehadirannya. Ia tidak suka apabila sahabatnya berkenalan dengan orang lain atau bergaul dengan orang lain, benci dengan setiap orang yang mau menjalin hubungan dengannya, bahkan mungkin beberapa kawannya merasa dirugikan oleh keberadaannya, kecemburuannya yang muncul kepadanya seakan – akan kecemburuan terhadap istrinya sendiri.
Doa yang sering di ucapkan oleh Muhammad bin wasi’ adalah ::
“Ya Allah, Aku berlindung kepada-Mu agar terhindar dari mencintai karena-Mu, sementara Engkau benci atau murka kepadaku”.

Hmm,,pernah gag sih guys ngalamin hal seperti yang diatas ? kalo gue sih jujur aja pernah..tapi itu dulu, Udah lama pisan euyy, sekitar 4 tahunan yang lalu. Ketika perasaan itu begitu dahsyat, gua nglakukuin hal seperti itu. Yah, bisa dibilang gua gag suka dia di rebut oleh orang lain, padahal dia aja bukan siapa-siapa gua.
Hmm, sudahlah !!
Gag usah dibahas lagi, Semoga gue dan agan-agan sekalian yang pada setia staycun melototin ne blog, gag nglakuin nd tentunya gag bersikap apatis seperti itu. amin
(Apatis emang apaan ??? Jawab :: gag tau) =)

Sabtu, 21 Januari 2012

Mandarin Fun

Belajar Mandarin akh… Biar pas Imlek gak jadi alay lagi negh… Ternyata fun banget dan dijamin dalam waktu 5 menit langsung bisa berbahasanya… :p
Cekidot…..
Tidak izin : Lu lan chang.
Tidak setia : Lu she rong.
Badan besar : Lu king kong.
Tidak tau diri : Lu xia lan.
Orang norak : Wong kam fung.
Orang  jago : Wong fei hung.
Orang suka siana : Wong san thai.
Orang suka ngerjain : Wong ie sheng.
Pria dewasa : Wes Ma Teng.
Orang apes : Kha xian dhe lu.
Orang kaya : Wong tsu gie.
PEMDA : Toe kang gu shur.
Makanan ringan : Che mie lan.
Playboy :  Wei dok an.
Orang lagi nulis ini : Wong khe ren…….
*Kaburrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr…………

Senin, 16 Januari 2012

I miss U So bang,,

Malam ini adalah malam keberangkatan abang. Dan hari Sabtu kemarin adalah hari dimana gua liat muka abang untuk yang terakhir kalinya. Abang pergi jauh. Pergi menuntut ilmu. Negeri yang penuh abang idam-idamkan selama beberapa tahun di masa hidupnya. Gua gag habis pikir, abang akan jadi pergi ke negeri itu. Yaman, ya Yaman adalah kota yang abang idamkan selama ini. Gua dan bonyok gua gag kuat nahan segala tangis ini. Rasa pilu yang menggerogoti hati ini begitu kuat, takut akan terjadi hal yang tidak memungkinkan disana. 4 tahun kira-kira gua harus pisah dengan abang yang tengik. Bocah usil yang selalu ngerjain ade’nya. Gua ngebayangin betapa rindunya guan anti. Bahkan nyokap gua seperti tidak rela akan kepergiannya. Nyokap selalu khawatir dengan keadaan anak-anaknya, nyokap selalu care, bahkan nyokap tak bisa menahan air mata yang mengalir di pipinya. Andai aja gua bisa menghapuskan air mata itu…tapi guapun gag bisa menahan rasa kesedihan ini. Gua gag bisa bayangin nantinya, seperti apa kehidupan kami bila gag ada abang. Pasti bakalan sepi banged..tapi yam au gimana lagi. Ii sudah kehendaknya. Tekadnya begitu bulat untuk pergi kesana dan kamipun tak kuasa tuk’ menahannya. Dan gua tau, abang juga pasti berat ninggalin kami semua. Dia juga beberapa kali nangis dihadapan kami bila disinggung masalah pergi ke “Yaman”. Mungkin berat hati abang waktu ninggalin kami semua di bandara. Sayang banged mala mini kami semua gag bisa nganter dia ke bandara Soekarno hatta. Lantaran nenek yang lagi sakit. Tapi, Alhamdulillah baru aja tadi siang nenek dibawa pulang ke rumah. Kira-kira kalau 4 tahun, gua umur 23 tahun yang akan datang baru bisa ketemu abang lagi, dan itupun kalau masih cukup ada umur, semoga saja. *aminn. Nyokap pastinya kangen banged sama abang. Nyokap selalu kwatiran,,kemarin nyokap nangis kejer dihadapan gua, gimana gua gag ikutan sedih coba, gua bukannya nguatin nyokap, ehh malah ikutan nangis kejer juga. Isak-isakan deh berdua..huaaaaa,,,ngetik sambil mewek deh jadinya =(
Rumah jadi sepi, walaupun emang sepi dari dulunya, tapi ya berbeda dengan abang yang dulu kuliah di Jakarta. Kalo itu mah masih bisa di toleransi, tinggal beli tiket untuk pulang kapan aja ya bisa, tapi sekarang ? mana bisaaa,,,tiket untuk balik ke Indonesia berapa kali lipat ya ? (gua juga gag tahu). Lagian abang disana mau konsen belajar. Jadi, bakalan lama deh menetap disana =(
Gua pasti kangen bangedh bang ama lo. Moga lo baik-baik aja disana bang. Jangan lupa telpon dan kirim-kirim surat buat keluarga di Indonesia. Jangan lupain gua juga bang. Walaupun gua jelek, item, gua tetap ade’ lo. Gag ada yang bisa gantiin posisi gua sebagai ade’ lo. Inget itu. Gua bakalan inget apa yang lo bilang bang. InsyaAllah gua laksanain. Gua harus rajin nabung kaya lo, biar gua bisa dapetin sesuatu dengan hasil jerih payah gua sendiri. Gua juga akan ngejaga bonyok bang. Dan itu harus !!! Gua harus jagain nenek kakek juga, kasian mereka sering sakit-sakitan sekarang. Gua harus ngerawat mereka. Jaga diri lo bang, jangan lupa beli obat kalo sakit. Salam juga ya bang buadh mas Zaky. Hehe. Kalo pulang bawain aku calon laki ya =))
Salam terhangat dari ade’lo
Hajrah Hidriya




Ini,,poto" terakhir bersama abang @Bandara Syamsuddin Noor
Sampai jumpa di lain waktu bang,,